Ayat-Ayat Cinta

“Akan kami tunjukkan ayat-ayat Kami dari segenap ufuq dan di dalam diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwasanya Dia (al-Quran) itu Benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?” (QS. Al- Fushshilat:53)

Mohon maaf, jika Anda mengharapkan tulisan saya tentang novel dan film fenomenal karya Habiburahman. Namun isinya berimpitan karena berkaitan dengan cinta… Memang cinta adalah tema abadi. Ia adalah misteri sepanjang zaman, kepada siapa pun cinta itu…

Apakah cinta itu? Maulana Rumi dalam Masnawi, membuat ungkapan yang indah tentang makna cinta.

Berapa pun banyak kita menggambarkan dan menjelaskan cinta,
Ketika kita jatuh cinta kita kehilangan kata-kata,
Penjelasan dengan lidah membuat kebanyakan masalah menjadi jelas,
Namun cinta yang tak terjelaskan justru menjadi lebih jelas.
ketika pena harus menulis,
ketika mencapai pembahasan cinta, dia terbelah menjadi dua,
Pena patah dan kertas pun robek.
Dalam menjelaskan cinta akal pun kelu, seperti keledai dalam lumpur,
Tidak ada kecuali cinta sendiri yang bisa menjelaskan cinta dan para pecinta..

Intinya, cinta tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata dan pena. Hanya dengan bercinta kita memahami cinta. Jadi, cinta tidak perlu didefinisikan, karena ia adalah kenyataan, karena ia adalah jalan….. Ia hanya bisa dipahami dengan menerima kenyataan itu. Ia hanya bisa dimengerti dengan menempuh jalan cinta…

Nah, kalau ayat itu gampang definisinya. Ayat artinya kira-kira adalah tanda, alamat, petunjuk, bukti. Jadi ayat-ayat cinta adalah tanda-tanda atau bukti Cinta…

Ayat-ayat Cinta Ilahi

Tulisan ini memang ingin sekedar ‘menyentuh’ setetes makna dari ayat-ayat cinta Ilahi. Allah adalah Sang Maha Cinta. Allah memberi sebagian dari Nama-nama Indahnya berkaitan dengan cinta. Karena Dia adalah Ar-Rahman (Yang Maha Kasih), Ar-Rahim (Yang Maha Sayang), Al-Wadud (Yang Maha Mencinta).

Dan ayat-ayat cinta Allah itu memenuhi segenap jagad raya bahkan bersemayam di dalam diri kita sendiri, sebagaimana dalam ayat Al-Fushilat di atas. Jika kita menghadap kemana pun, sebenarnya kita menghadap tanda-tanda kekuasan, kebesaran, keindahan dan ayat-ayat cinta Allah kepada seluruh hambanya. “Kemana pun engkau menghadap di situlah Wajah Allah“.

Kita bisa melihat ayat-ayat cinta Allah kepada kita, dari bintang-bintang yang menyinari malam, pada matahari yang menyinari dan menghidupkan bumi, dari bumi yang menumbuhkan segala yang baik, walau kita memberinya yang buruk… Dari air yang mengalir, menghidupkan bumi, mengentaskan dahaga, membersihkan kotoran, menyegarkan jiwa, walau kita memberinya sampah… Dari udara yang menyegarkan nafas.. Dari pepohonan, yang memberikan buah dan daun… Dari burung-burung bernyanyian indah, menyambut fajar…. Dari sinar kasih orang tua kepada anaknya…. Dari cacing dan bakteri yang menyuburkan tanah…. Dari manapun, kita akan menemukan ayat-ayat Cinta-Nya kepada kita…

Bahkan jika enggan membuka mata, karena ayat-ayat Cinta-Nya begitu terang menyilaukan. Kita dapati ayat-ayat Cinta-Nya merasuk ke dalam setiap helaan napas kita, pada setiap detak jantung. Bahkan jika, napas dan jantung berhenti atau kita abaikan. Ruh, akal dan hati kita adalah ayat-ayat-Cinta- Nya jua yang terang benderang…

Duh Gusti, Ayat-ayat Cinta-Mu sungguh jelas tak terperi.
Aku tidak bisa berpaling..

Itu adalah ayat-ayat Cinta-Nya dalam bentuk perbuatan, yang sebagian ulama menyebutnya sebagai ayat kauniyah. Ayat-ayat penciptaan.

Di samping itu Allah Sang Maha Pencinta, juga memberi kita dari zaman ayahanda Adam AS, hingga Nabi Tercinta Muhammad SAW ayat-ayat cinta verbal, dalan bentuk ayat-ayat suci yang indah. Ada 6236 ayat-ayat cinta-Nya kepada kita dalam Al-Quran, dan puluhan ribu ayat-ayat cinta-Nya melalui hadis-hadis Nabi SAW. Karena Nabi Tercinta Muhammad SAW adalah juga ayat Cinta-Nya kepada alam semesta. Beliau adalah rahmatan lil alamin, raufur rahim, nur, sirajam munira..

Jika ayat-ayat cinta bertaburan tanpa bisa kuhitung, lalu di mana ayat-ayat cintaku pada-Mu…?

Duh, Gusti…. Aku hanya bisa memohon agar kau beri rasa Cintaku kepada-Mu memenuhi relung kalbu, karena Engkaulah sumber segala Cinta.

Ya, Allah, Aku mohon cinta kepada-Mu (di dalam hatiku), dan cinta kepada orang-orang yang mencintai-Mu, dan perbuatan yang mengantarkan kepada cinta kepada-Mu. Ya, Allah, jadikan cintaku pada-Mu, lebih aku cintai dari cinta kepada diriku sendiri , keluargaku, (yang sering menutup cintaku pada-Mu) dan air yang jernih (di kala kekeringan) (Doa Nabi SAW).

Amien… Ya Waduud..

Tulisan Terkait: Mengapa kau tolak Cinta-Nya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *