Catatan dari Isra Mi’raj Insan Mulia SAW (7)

7. Tentang Ujian dan Godaan

Perjalanan Isra Miraj Rasul Mulia SAW secara waktu singkat sekali dalam konteks waktu dunia hanya beberapa jam, namun Rasulullah mengalami banyak sekali pengalaman dan kejadian yang luar biasa. Karenanya Hajah Amina Adil mengutip kisah Isra Miraj setebal 120 halaman. Diantaranya adalah beberapa kisah ini.

Dalam Sahih Muslim dari Anas bin Malik ra disebutkan Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Aku didatangi Buraq. Lalu aku menunggangnya sampai ke Baitulmakdis. Aku mengikatnya pada pintu mesjid yang biasa digunakan mengikat tunggangan oleh para nabi. Kemudian aku masuk ke mesjid dan mengerjakan salat dua rakaat. Setelah aku keluar, Jibril datang membawa bejana berisi arak dan bejana berisi susu. Aku memilih susu, Jibril berkata: Engkau telah memilih fitrah….

Dalam kisah lain dari Sayid Alawi Al-Maliki rh, yang sebagian sudah dikutip pada point 6, dimana Beliau SAW melihat seorang setan dari jin yang mencoba untuk mendekati beliau dan memegang api. Ke mana pun Nabi SAW berpaling dia akan melihatnya. Hingga akhirnya Jibril AS mengajarkan sebuah doa, dan setan itu musnah.

Dalam kisah lain Rasul SAW mendengar panggilan dari kanan beliau, “Wahai Muhammad, lihat ke sini! aku akan menanyakan sesuatu!”. Namun Rasul SAW tidak merespon, kemudian beliau bertanya kepada Jibril AS siapa mereka. Dia menjawab, “Itu adalah simbol kaum Yahudi. Jika kamu menjawab umatmu akan mengikuti Yahudi”

Kemudian kejadian yang sama dari sisi kiri, dan Jibril AS mengatakan, Itu adalah simbol kaum Nasrani. Jika kamu menjawab umatmu akan mengikuti Nasrani”

Kemudian Nabi SAW melanjutkan kemudian melewati seorang wanita dengan lengan terbuka, dipenuhi dengan seluruh perhiasan wanita yang Allah pernah ciptakan, dan dia berkata hal yang sama. Namun Rasul SAW tidak menggubris, dan bertanya kepada Jibril AS siapa mereka. Dia menjawab, “Itu adalah Dunia. Jika kamu menjawab umatmu akan lebih memilih mengikuti Dunia daripada Akhirat”

Ketika Nabi SAW melanjutkan kemudian melewati seorang tua yang jauh dari jalannya, dan berkata, “Ke mari, wahai Muhammad!”. Jibril berkata, “Jangan, kita terus. Wahai Muhammad!”. Beliau bertanya kepada Jibril AS siapa mereka. Dia menjawab, “Itu adalah Iblis musuh Allah. Dia ingin kamu berbelok menuju dia”.

Nabi SAW melanjutkan kemudian melewati seorang wanita tua di sisi jalan, dan berkata, Wahai Muhammad, lihat ke sini! aku akan menanyakan sesuatu!” Namun Rasul SAW tidak merespon, kemudian beliau bertanya kepada Jibril AS siapa mereka. Dia menjawab, “Dunia tinggal memiliki waktu untuk ditinggali sebagaimana umur orang tua itu.

Dari kisah tersebut di atas, nampak bahwa perjalanan menuju Allah akan selalu mendapat ujian dan Cobaan, yang dalam kisah di atas berupa kaum Yahudi dan Nasrani, yang kini menguasai dunia dan pengaruhnya luar biasa. Lalu setan dan iblis, yang dalam hadis bisa mengalir dalam darah manusia, yang dalam QS An-Naas, ” … (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari jin dan manusia”. Serta keindahan dunia, yang sebenarnya sudah tua, namun sangat memikat.

Karenanya kita harus tetap lurus, setia (hanif) kepada fitrah kita, tujuan kita. Sebagaimana firman Allah SWT, “ Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah.(Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui , (QS. 30:30)”. Dengan cara selalu memohon petunjuk dan perlindungan Allah, karena hanya Allah yang bisa menuntun kita.

Wallahul muwafiq ilaa aqwamith- thariq.

Bersambung, Insya Allah.

One thought on “Catatan dari Isra Mi’raj Insan Mulia SAW (7)”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *