Category Archives: Akidah-Keimanan

Keutamaan Puasa di Bulan Ramadhan

Ramadhan adalah Bulan Diturunkannya Al-Qur’an
Bulan Ramadhan adalah bulan yang mulia. Bulan ini dipilih sebagai bulan untuk berpuasa dan pada bulan ini pula Al-Qur’an diturunkan. Sebagaimana Allah ta’ala berfirman,
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآَنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ
(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu.” (QS. Al Baqarah [2] : 185) Continue reading Keutamaan Puasa di Bulan Ramadhan

Catatan dari Isra Mi’raj Insan Mulia SAW (7)

7. Tentang Ujian dan Godaan

Perjalanan Isra Miraj Rasul Mulia SAW secara waktu singkat sekali dalam konteks waktu dunia hanya beberapa jam, namun Rasulullah mengalami banyak sekali pengalaman dan kejadian yang luar biasa. Karenanya Hajah Amina Adil mengutip kisah Isra Miraj setebal 120 halaman. Diantaranya adalah beberapa kisah ini.

Dalam Sahih Muslim dari Anas bin Malik ra disebutkan Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Aku didatangi Buraq. Lalu aku menunggangnya sampai ke Baitulmakdis. Aku mengikatnya pada pintu mesjid yang biasa digunakan mengikat tunggangan oleh para nabi. Kemudian aku masuk ke mesjid dan mengerjakan salat dua rakaat. Setelah aku keluar, Jibril datang membawa bejana berisi arak dan bejana berisi susu. Aku memilih susu, Jibril berkata: Engkau telah memilih fitrah…. Continue reading Catatan dari Isra Mi’raj Insan Mulia SAW (7)

Catatan dari Isra’Miraj Insan Mulia SAW (6)

6. Tentang Petunjuk Jalan

Perjalanan Rasulullah SAW ke hadirat Allah SWT adalah perjalanan yang sangat panjang dan merupakan perjalanan terjauh yang pernah dilakukan oleh manusia sepanjang masa. Perjalanan ini melalui berbagai rute, dan bertingkat-tingkat. Untuk melakukan perjalanan itu selain kendaraan, seperti pada point 5, Beliau juga mempunyai petunjuk jalan yang suci, yang dalam Al-Quran disebut sebagai Ruhul Qudus (ruh yang suci), yang kuat, yang mempunyai akal yang cerdas. Ya, pembimbing itulah Malaikat Jibril AS. Continue reading Catatan dari Isra’Miraj Insan Mulia SAW (6)

Catatan dari Isra-Miraj Insan Mulia SAW (5)

5. Tentang Kendaraan

Demi bintang ketika terbenam,
kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak keliru,
dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Qur’an) menurut kemauan hawa nafsunya.
Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya),
yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat,
Yang mempunyai akal yang cerdas;
dan (Jibril itu) menampakkan diri dengan rupa yang asli.

sedang dia berada di ufuk yang tinggi.
Kemudian dia mendekat, lalu bertambah dekat lagi,
maka jadilah dia dekat (pada Muhammad sejarak) dua ujung busur panah
atau lebih dekat (lagi).

Lalu dia menyampaikan kepada hambanya (Muhammad) apa yang telah Allah wahyukan. Continue reading Catatan dari Isra-Miraj Insan Mulia SAW (5)

Catatan dari Isra Mi’raj Insan Mulia SAW (4)

4. Kesatuan Nabi-Nabi AS/SAW dan Agama Allah.

Kisah Isra Mi’raj dimulai dengan perjalanan dari Masjidil Haram, Makkah, tempat ibadah pertama dibangun Nabi Adam AS. bapak seluruh manusia, lalu didirikan lagi oleh Nabi Ibrahim & Putranya AS, bapak para Nabi, ke Masjidil Aqsha, masjid yang dibangun Nabi2 Bani Israel. Seperti dikisahkan di point 2, Nabi Muhammad SAW mampir ke tempat penting Nabi Musa, dan Isa AS. Continue reading Catatan dari Isra Mi’raj Insan Mulia SAW (4)