Category Archives: Sejarah

Peran Agama Dalam Masyarakat Multikultural

I. Pendahuluan

Dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia, hubungan agama dan negara, dalam hal ini Islam, senantiasa mengalami pasang surut. Suatu saat agama tampil ke depan ketika masalah dekadensi moral seperti; perjudian, prostitusi, narkoba, kriminalitas mulai meningkat dan negara memerlukan agama untuk turut menyampaikan pesan-pesan moral. Para Ulama, yaitu orang yang memahami ilmu-ilmu agama, dan pemerintah saling bahu membahu menyelesaikan masalah-masalah sosial tersebut hingga suasana kehidupan masyarakat kembali tenang. Islam juga menjadi penting, ketika konflik antar suku dan etnik merebak. Siapapun warga negara yang beragama apapun, tidak diajarkan untuk saling menyerang dan membunuh, kewajiban para Ulamalah untuk menjadi juru dakwah, mengingatkan pihak-pihak yang bertikai. Continue reading Peran Agama Dalam Masyarakat Multikultural

Membangun Jembatan Kebersamaan

Pengantar

Salah satu kelemahan umat Islam, adalah sulitnya untuk bersatu. Antara Suni-Syiah, Sufi-Salafi, Modernis-tradisional, dan lain sebagainya. Ada banyak sekali penyebab umat Islam untuk sulit untuk bersatu, mulai dari yang “substansial” hingga masalah simple saja. Intinya, umat Islam mudah sekali pecah, sulit untuk kembali bersatu. Ini menjadi kelemahan yang sering dimanfaatkan oleh pihak lain dalam rangka melemahkan umat Islam. Karenanya upaya membangun kebersamaan adalah menjadi salah satu agenda penting umat Islam, terutama di Indonesia . Menyatukan paham umat Islam, dalam arti alirannya, adalah gagasan yang tidak masuk akal. Tetapi gagasan untuk menyatukan kekuatan antara kelompok-kelompok dalam Islam adalah hal yang masih mungkin dicapai, walau tidak mudah. Untuk kasus Indonesia , NU-Muhamadiyah sebagai faksi terbesar umat Islam di Indonesia adalah contoh yang baik hubungan antar aliran, meski mungkin masih bisa ditingkatkan lagi. Continue reading Membangun Jembatan Kebersamaan

Ekstremisme dalam Sejarah Umat Islam

Umat Islam memang akan selalu mendapat ujian, cobaan dan tantangan di setiap masa, baik internal maupun external. Itu adalah Sunatullah sepanjang zaman.

Hal ini terjadi sejak zaman Rasulullah SAW dan para Sahabat RA. Pada masa Rasulullah SAW, tantangan dari luar adalah dari Kaum Kafir Quraisy serta pengingkaran perjanjian kaum Yahudi. Sedang dari internal adalah kaum munafikin, yang dalam Al-Quran di sebut kurang lebih ” Kamu tidak tahu tentang mereka, namun Allah mengetahui mereka..”. Sebagian dari kaum munafikin, diketahui Rasulullah SAW. Namun, mereka diperlakukan sebagaimana muslim lainnya. Karena hukum fikih adalah berkaitan dengan lahiriah. Sepanjang mereka mengaku muslim, mereka diperlakukan sebagaimana muslim. Continue reading Ekstremisme dalam Sejarah Umat Islam

Siapa yang Dimaksud Masyarakat Jahiliyah?

Masyarakat Arab, sebelum kelahiran dan kerasulan Nabi Muhammad SAW, dikenal dengan sebutan jahiliyah. Jika merujuk pada arti kata jahiliyah (yang berasal dari bahasa Arab dari kata jahala yang berarti bodoh), maka secara harfiyah bisa disimpulkan bahwa masyarakat jahiliyah adalah masyarakat yang bodoh.

Sebutan jahiliyah ini perlu mendapat penjelasan lebih lanjut, sebab dari situlah akan terbangun pola kontruksi terhadap masyarakat Arab masa itu, yang di dalamnya adalah juga nenek moyang Nabi Muhammad SAW dan sekaligus cikal bakal masyarakat Islam. Jika masyarakat jahiliyah kita artikan sebagai masyarakat bodoh dalam pengertian primitif yang tak mengenal pengetahuan atau budaya; tentu sulit dipertanggungjawabkan, karena berdasarkan data sejarah, masyarakat Arab waktu itu juga telah memiliki nilai-nilai peradaban—sesederhana pun peradaban itu. Continue reading Siapa yang Dimaksud Masyarakat Jahiliyah?

Menelusuri Derap Peradaban Islam (1)

Islam, Peradaban dan Peradaban Islam

Sekitar tahun 80an, terkenal ungkapan HAR Gibb, seorang orientalist Barat, kira-kira “Islam is not just a simple religion, but it is a complete civilisation”. Ungkapan ini mengagungkan Islam, sehingga banyak dikutip di buku2. Namun bagi orang yang kritis, seperti Endang S. Anshari, ungkapan ini justru ‘merendahkan’ Islam. Karena meskipun menggunakan kata ‘lengkap (complete)’, namun hanya dianggap sebagai ‘civilisation (peradaban’. Dengan kata lain Islam hanya dianggap sebagai hasil akal budi manusia. Kita tidak akan membahas panjang lebar masalah ini, namun akan mencoba menggali, apa itu peradaban, apa hubungannya dengan Islam, kemudian apa pula peradaban Islam? Continue reading Menelusuri Derap Peradaban Islam (1)