Makna Umur 40 Tahun

Beberapa hari yang lalu saya berumur tepat 40 tahun berdasarkan kalender masehi, kalau berdasar kalender Islam tentu sudah 41an tahun. Saya bersyukur kepada Allah SWT atas begitu banyaknya nikmat yang Allah berikan kepada saya, terutama nikmat Iman dan Umur.

Orang barat bilang “life begins at 40”, kira2 berarti bahwa kehidupan matang/dewasa dimulai pada umur 40an tahun. Ada juga yang bilang 40 tahun adalah puber kedua (sic!). Meski bisa dimaklumi, karena umur 40 biasanya sudah mulai matang secara ekonomi, namun merasa masih cukup muda. Sehingga ah… sudahlah, semoga Allah membimbing saya dan menjauhkan dari cerita-cerita aneh itu.

Saya ingin menggali lagi, bagaimana sebenarnya makna umur 40 tahun dalam Islam. Kubuka lagi ringkasan Buku Renungan Tentang Umur Manusia karya Imam Alawi Al-Hadad, ternyata Al-Quran memang menyebut umur 40 tahun secara khusus. Saya kutipkan dari web saya: http://soni69.tripod.com, sbb:

3. Masa Dewasa
Sedangkan apabila seseorang telah mencapai masa dewasa, Allah SWT memberikan karunia hikmah dan kebijaksanaan sehingga kelihatan padanya berbagai ketaatan dan menujukan hatinya kepada Allah SWT. Sebagaimana firman Allah SWT: ” Dan setelah menjadi dewasa dan cukup umurnya, Kami anugerahkan kepadanya hikmah dan ilmu pengetahuan. Demikianlah Kami memberi balasan bagi orang-orang yang melakukan kebajikan. ” (QS. 28;14)

” … sehingga apabila dia telah dewasa dan mencapai umur empatpuluh tahun, berkatalah ia: ‘Ya Tuhanku, tunjukilah aku jalan untuk mensyukuri nikmat yang telah Engkau karuniakan kepadaku dan kedua ibu-bapakku, dan doronglah aku untuk berbuat amal saleh yang Engkau ridhai …” (QS. 46;15)

as-Syaikh al-Arif Abdul Wahhab bin Ahmad as-Sya’rani dalam kitabnya al-Bahrul-Maurud menyebutkan: “Telah diambil janji-janji dari kita, bahwa apabila kita telah mencapai umur empatpuluh tahun, hendaklah bersiap-siap dengan melipat kasur-kasur dan selalu ingat bahwa kita sekarang sedang dalam perjalanan menuju akhirat pada setiap nafas yang kita tarik sehingga tidak akan lagi merasa tenang hidup di dunia. Di samping itu hendaknya kita menghitung setiap detik dari umur kita sesudah melebihi empat puluh tahun, sebanding dengan seratus tahun sebelumnya.”

Imam Syafi’i (rahimahullah), setelah mecapai umur empat puluh tahun, berjalan dengan sebatang tongkat kayu. Ketika ditanya sebabnya, beliau berkata: “Supaya aku senantiasa ingat bahwa aku adalah seorang musafir yang sedang berjalan menuju akhirat.”

Berkata Wahab bin Munabbih: ” Aku baca dalam beberapa kitab, bahwasanya ada suatu suara menyeru dari langit ke-empat pada setiap pagi: ‘ Wahai orang-orang yang telah berusia empatpuluh tahun! kamu adalah tanaman yang telah dekat dengan masa penuaiannya. Wahai orang-orang yang telah berusia limapuluh tahun! Sudahkah kamu ingat tentang apa yang telah kamu perbuat dan apa yang belum? Wahai orang-orang yang telah berusia enampuluh tahun! Tidak ada lagi dalih bagimu. Oh, alangkah baiknya seandainya semua mahluk tidak diciptakan! Atau jika mereka telah diciptakan, seharusnya mereka mengetahui, mengapa mereka diciptakan. Awas, saatmu telah tiba! Waspadalah! “

Ternyata umur 40 tahun adalah memang umur dewasa, dimana hikmah dan ilmu (semestinya) sudah matang, namun juga waktu untuk bersyukur atas nikmat, sekaligus siap-siap untuk berlari menuju Allah SWT. Kalimat Imam Syafi’i rh yang memakai tongkat ketika umur 40 tahun untuk mengingatkan bahwa dia seorang musafir, benar2 menggetarkan saya. Karena kebetulan beberapa hari yang lalu saya juga pakai tongkat, namun bukan karena kearifan seperti Imam Syafi’i… Namun dipaksa karena nyeru lutut yang luar biasa! Ah, betapa bedanya saya dan Imam Syafi’i….

Semoga Allah membimbing kami menuju jalan-Nya yang lurus, di sisa waktu yang disediakan-Nya. Semoga Allah memudahkan hati saya untuk mencintainya..Amien

Warsono, Banjarbaru, 20 Mei 2009

One thought on “Makna Umur 40 Tahun”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *